Home
Pemerintah Belum Siap Hadapi Implikasi Pelarangan Mudik | Pertemuan AHY-Anies Dinilai Untungkan Keduanya | Perjalanan SKB 3 Menteri Seragam Sekolah hingga Dibatalkan | Rumah Yatim Bagikan Parcel Lebaran untuk Yatim Dhuafa di Pekanbaru | Usai Longsor, Lalu Lintas Jalan Lintas Barat Riau-Sumbar Mulai Normal | Bupati H.Zukri Harapkan Gerakan Cinta Zakat Sampai Kedesa di Kabupaten Pelalawan
Rabu, 19 Mei 2021
/ Mozaik / 08:43:59 / Terperangkap Tipu Daya Serangan Wabah Penyakit /
Hikmah:
Terperangkap Tipu Daya Serangan Wabah Penyakit
Kamis, 29 April 2021 - 08:43:59 WIB

Keberadaan Suku Kayi  yang dipimpin Sulaiman Syah dinilai bakal menjadi penghalang bagi cita-cita besar Pasukan Templar untuk  kembali menguasai Yerusalem.

Titus, Sang Komandan Pasukan Templar, makin sakit hati gara-gara anak Sulaiman Syah yang bernama Ertugrul berhasil menghabisi nyawa Bisol,  serta membebaskan tawanan. Sang adik Titus itu dipercaya sebagai pemimpin ksatria untuk membawa tawanan. Tawanannya merupakan dari pihak anggota keluarga Kerajaan Seljuk.

Berbagai cara dan tipu daya dirancang untuk menghancurkan Suku Kayi, salah satu suku yang ada di Turki. Suku-suku yang ada di Turki  pada masa itu hidup di perkemahan-perkemahan dan berpindah-pindah.

Dari markasnya di sebuah Kastil, Sang Pemimpin Kastil Petrucio Muncini bersama  Titus tidak hanya melakukan serangan fisik terhadap Suku Kayi. Bahkan, juga melakukan serangan dengan menyebarkan virus wabah penyakit di pemukiman suku.

Namun, para penyebar virus wabah penyakit berhasil ditangkap. Mereka yang juga sudah tertular wabah penyakit beserta  virus penyakit yang dibawanya dibakar agar warga Suku Kayi tidak terjangkit.

Ternyata Suku Kayi tidak serta merta terbebas dari wabah penyakit ini. Para penyebar wabah ada yang berhasil memasukkannya ke dalam tempat air minuman ternak. Akibatnya,  beberapa ekor ternak terjangkit wabah dan menular pula ke sejumlah warga.

Menyadari adanya warga yang terjangkit wabah penyakit,  Suku Kayi mengambil langkah penanganan dan pencegahan agar tak menular dan tak merebak ke warga yang lainnya. Warga yang tertular wabah penyakit diisolasi ke suatu tempat untuk pelaksanaan pengobatan. Sementara hewan ternak yang tertular dibakar agar tidak ada lagi ancaman penularan virus wabah penyakit.

Suku Kayi berhasil mengatasi serangan wabah penyakit. Namun, Pasukan Templar tak patah arang. Kegagalan menyebarkan wabah penyakit ditutupinya dengan tipu daya penyebaran  informasi bohong (hoax) tentang adanya wabah penyakit yang menyerang Suku Kayi.

Dampak informasi hoaks ini lebih dahsyat lagi dibandingkan dari wabah itu sendiri. Kepercayaan Pemimpin Aleppo Emir Al Aziz Muhammad Ibn Ghazi kepada Suku Kayi hilang seketika tatkala mendapat bisikan dari orang kepercayaannya, Komandan Nasir.

Emir Aleppo dari Dinasti Ayyubi ini tidak sekadar  percaya, tapi justeru berubah menjadi murka karena hasutan Pemimpin Templar yang dibisikkan melalui  orang kepercayaannya. Emir Aleppo terperangkap tipu daya, tak sadar bahwa Nasir adalah pengkhianat yang merupakan kaki tangan Pasukan Templar.

Piagam kesepakatan antara Emir Aleppo dengan Suku Kayi akhirnya dikoyak-koyak  Sang Emir. Suku Kayi yang semula bakal diberi lahan untuk pindah dan mendirikan perkemahan di wilayah Aleppo,  akhirnya dibatalkan.

Lebih parah lagi, Sang Emir justru ingin menangkap Ertugrul sebagai utusan Suku Kayi pada perundingan itu. Pasalnya,  Ertugrul dianggap telah berbohong soal wabah penyakit ini. Sang Emir justru lebih percaya dengan informasi hoax yang disebarkan Pasukan Templar ketimbang mendapat penjelasan dari Ertugrul.

Segala tipu daya berhasil dihadapi Ertugrul. Komandan pasukan Aleppo Nasir berhasil ditangkap. Ertugrul pun bisa membuktikan bahwa Nasir merupakan pengkhianat, kaki tangan Pasukan Templar yang ingin menghancurkan kekuatan Aleppo dari dalam istana.

Ertugrul juga berhasil mengatasi tipu daya Pasukan Templar. Tanpa diduga oleh Pasukan Templar, Ksatria Suku Kayi menyerang ke markas Templar dan menghancurkan Kastil. Sang pemimpin Petrucio Muncini akhirnya tewas. Namun sayangnya, Komandan Pasukan Templar Titus berhasil kabur.

Peristiwa sejarah perjuangan Suku Kayi dalam menghadapi kekuatan  penjajah dan semangat pantang menyerah dalam menegakkan panji-panji Islam ini diangkat dalam filem seri berjudul Dirilis Ertugrul. Kisah sejarah yang diproduksi Tekden Film dari Turki  ini patut kita petik hikmahnya.

Perjuangan Ertugrul tidaklah mudah. Penuh tipu daya dan dihadapkan dengan lingkaran pengkhianat. Meski nyawa Ertugrul berulang kali hampir melayang, namun dia tak pernah menyerah. Tidak pula tunduk pada  kezaliman.

Semangat kepahlawanannya mengalir dalam darah anaknya. Di tangan anak bungsunya, Osman Ghazi, maka lahirlah Empayer  Islam terbesar yang dikenal dengan Khilafah Utsmaniyah. Sistem pemerintahan Islam yang berkembang di Turki ini menjadi sistem kepemimpinan Umat Islam lebih dari 600 tahun lamanya.

Salah satu hikmah yang menarik di awal kisahnya adalah tipu daya serangan Pasukan Templar terhadap Suku Kayi dengan serangan virus wabah penyakit.

Menjadi iktibar bagi kita bahwa keberadaan virus wabah penyakit itu sudah ada yang diciptakan manusia sebagai sebuah senjata untuk pemusnahan suatu kaum. Jadi, virus ini bukan hanya  datang dengan sendirinya, sebagai suatu kehendak dari Sang Penguasa Alam.

Bila ini terjadi di masa depan, kita sangat berharap ada tokoh-tokoh yang jeli, tidak mudah percaya dengan informasi yang menyesatkan. Sebagaimana pemimpin Aleppo Emir Al Aziz yang terperangkap tipu daya informasi bohong.

Kita juga berharap muncul orang-orang hebat di negeri ini, sesuai dengan bidangnya. Para ilmuan, dokter, hingga para ulama yang tidak mudah diperdaya dengan sebuah tipu daya.

Bahkan, sangat tidak kita harapkan adanya ulama yang dengan mudah membenarkan apapun yang dibuat kelompok orang tertentu, sehingga dengan mudah pula mengeluarkan jurus tentang dalil-dalil yang membenarkannya, tanpa mengamati dan meneliti lebih dalam kondisi riil di tengah masyarakatnya.*(yusnaidi abdullah)


   
 
Pemkab Siak, PT RAPP dan Masjid Islamik Center Santuni 600 Anak Yatim
Rabu, 05 Mei 2021 - 08:10

Rasidah Apresiasi Program Tali Asih PKK Kecamatan Dayun
Rabu, 05 Mei 2021 - 08:07

Ketimbang Dapat Bantuan, Masyarakat Pekanbaru Lebih Berharap Penyelesaian Banjir
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:30

Keberadaan Tol Padang-Pekanbaru akan Tingkatkan Kunjungan Wisata
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:25

Pekanbaru Sanksi 29 Pelaku Usaha Langgar Prokes COVID-19 di Zona Merah
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:20

H.Zukri Harapkan Tercapainya Kewajaran dan Akuntabilitas Laporan Keuangan
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:15

PKK dan Dekranasda Gandeng RAPP Berikan Bantuan di Dua Kecamatan
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:11

Kapolres Siak Mengunjungi Rumah Ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan Kru KRI Nanggala - 402
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:08

20 Hari Dirawat, Wakil Wali Kota Dumai Wafat COVID-19
Kamis, 29 April 2021 - 21:02

Gawat, Tempat Tidur COVID-19 di Pekanbaru Penuh
Kamis, 29 April 2021 - 20:59

Penumpang RoRo Bengkalis-Sei Selari Cukup Tunjukan KTP saat Menyeberang
Kamis, 29 April 2021 - 20:54

Wakil Wali Kota Dumai Berpulang ke Rahmatullah
Kamis, 29 April 2021 - 20:47

Pemko Pekanbaru Diingatkan Agar Tak Serahan Pasar Cik Puan ke Pihak Ketiga
Kamis, 29 April 2021 - 09:03

UAS Resmi Nikahi Gadis Jombang
Kamis, 29 April 2021 - 08:55

Hikmah:
Terperangkap Tipu Daya Serangan Wabah Penyakit
Kamis, 29 April 2021 - 08:43

Bupati H.Zukri Buka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Tahun 2021-2026
Kamis, 29 April 2021 - 08:40

Rakor Bersama Presiden, Alfedri Sampaikan 2 Arahan Presiden
Kamis, 29 April 2021 - 08:32

Sempat Tertunda, Sekda Arfan Usman Datangi RSUD Siak untuk Divaksin
Kamis, 29 April 2021 - 08:29

Camat Pusako Meminta Jalan Datok Pintal di Kampung Sungai Limau Untuk Diaspal
Kamis, 29 April 2021 - 08:24

Hadiri Safari Ramadhan di Tualang, Ini Pesan Bupati Alfedri
Kamis, 29 April 2021 - 08:18

Tinjau banjir di Perawang, Alfedri: Akan Kita Cari Solusinya
Kamis, 29 April 2021 - 08:15

Bupati Alfedri Ingatkan Warga Agar Waspada dan Selalu Terapkan Protokol Kesehatan
Kamis, 29 April 2021 - 08:12

Diserahkan ke Pemko, Pasar Cik Puan akan Dibangunkan Pihak Ketiga
Selasa, 27 April 2021 - 14:50

Rumah Yatim Gencar Bagikan Hidangan Sahur dan Buka Puasa untuk Yatim dan Dhuafa Pekanbaru
Selasa, 27 April 2021 - 14:45

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com