Home
Bandara Internasional SSK II Pekanbaru Dibuka Lagi, Asita Apresiasi Gubernur Riau | Tuntaskan 31 dari 40 Km Ruas Tol Penang, HKI Implementasikan Sistem BIM | Bupati Siak Alfedri Pemimpin Terpopuler Media Arus Utama Tahun 2022 | Sabtu, Muhammadiyah Dumai Laksanakan Shalat Idul Adha di Dua LokasiĀ  | Peringatan HUT Bhayangkara ke-76 Bupati Siak Terima Penghargaan dari Kapolres Siak | Hadir Pelantikan HPPMS-R, Ini Harapan Wabup Husni Merza
Kamis, 07 Juli 2022
/ Peristiwa / 06:10:18 / Ada Siswa yang Overdosis, Thailand Ubah Kembali Aturan Terkait Penggunaan Ganja /
Ada Siswa yang Overdosis, Thailand Ubah Kembali Aturan Terkait Penggunaan Ganja
Minggu, 19 Juni 2022 - 06:10:18 WIB

INTERNASIONAL- Legalisasi ganja yang dilakukan Pemerintah Thailand pada 9 Juni lalu memicu keluhan dan masalah baru dengan banyaknya remaja di bawah umur mengkonsumsi tanaman yang sempat dikategorikan narkotika itu.

Pemerintah langsung bergerak cepat dengan mengubah dan mengeluarkan aturan baru untuk membatasi akses ganja dan rami hanya untuk yang berusia minimal 20 tahun.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Kesehatan Masyarakat Anutin Charnvirakul menandatangani peraturan tersebut pada Kamis (16/6) untuk menunjuk ganja dan rami sebagai "tanaman yang dikendalikan".

"Mereka yang berusia di bawah 20 tahun tidak akan diizinkan untuk memiliki dan menggunakan tanaman, yang keduanya termasuk dalam keluarga ganja, kecuali jika mereka memiliki izin dari dokter," katanya, seperti dikutip dari Bangkok Post.

Langkah tersebut mengikuti laporan lokal bahwa empat pria, termasuk siswa berusia 16 dan 17 tahun, dirawat di rumah sakit di Bangkok minggu ini karena overdosis ganja. Administrasi Metropolitan Bangkok juga mengatakan pihaknya berencana untuk melarang ganja di sekolah-sekolah.

"Pemerintah juga akan mengeluarkan aturan untuk membatasi atau melarang konsumsi ganja di tempat umum dan mengontrol ganja dalam makanan. Aturan-aturan ini akan menjadi alat bagi pejabat untuk mengontrol dan mencegah penyalahgunaan," kata Anutin.

Di bawah peraturan yang diusulkan oleh Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand, penggunaan ganja dilarang di tempat-tempat umum, seperti lembaga pendidikan, department store dan lembaga negara, dan penggunaan ganja selama kehamilan dan setelah melahirkan juga dilarang.

"Kami belum menyebutkan penggunaan kuncupnya, terutama penggunaannya dalam makanan. Selama ini kami memiliki undang-undang tentang kandungan THC," katanya.

Undang-undang menganggap THC (tetrahydrocannabinol) rendah menjadi 0,2 persen berat atau lebih rendah. Persentase yang lebih tinggi untuk ekstrak ganja dan rami - meskipun bukan tanaman itu sendiri - masih ilegal. THC adalah senyawa psikoaktif utama dalam ganja, yang membuat orang merasa tinggi.

Anutin mengatakan peraturan itu juga menganggap asap rokok sebagai gangguan.

Departemen Kesehatan juga telah mengeluarkan pedoman tentang penggunaan ganja dalam memasak.

Orang tidak boleh mengonsumsi lebih dari dua kali makan yang mengandung ganja setiap hari. Konsumsi ganja yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan otak, dan penggunaan ganja di kalangan anak-anak dapat memengaruhi otak yang sedang berkembang, menurut pedoman tersebut.

RMOL.id


   
Lulus Pasing Grade, 1.253 Guru Honorer Pemprov Riau Diangkat Jadi PPPK
Senin, 04 Juli 2022 - 06:31

Pengerjaan Tol Pekanbaru-Bangkinang Masih Terus Digesa
Senin, 04 Juli 2022 - 06:27

Pelabuhan Domestik Dumai Tak Terurus, Pemko Serahkan Kembali ke Pemerintah Pusat
Minggu, 03 Juli 2022 - 20:28

Harga Sawit Terus Anjlok, Mahasiswa Minta Gubri Jangan Diam Seolah Semua Baik-baik Saja
Minggu, 03 Juli 2022 - 20:04

MyPertamina, Teriakan Sopir Angkot hingga Review Jelek di Google Play
Minggu, 03 Juli 2022 - 20:02

Trenyuh Lihat Kondisi,
Aipda Leonar gendong Tirta Berobat ke RS Setelah Tiga Bulan Terbaring Lemah
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:56

Bujang Kampung di Sungai Tengah Sabak Auh, Bupati Siak Terus Gesa Pelayanan
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:49

Jembatan Water Front City di Kampar Akan Dibangun Kembali
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:47

Rombongan Motor Besar Lintasi Tol Pekanbaru-Bangkinang, Polisi: Sudah Kantongi Izin
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:42

Pria di Pekanbaru Jual Pacar di Bawah Umur Sebagai PSK
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:37

DPRD Riau Kawal Peralihan Guru Honorer ke PPPK
Minggu, 03 Juli 2022 - 19:32

Kesehatan Masyarakat Kabupaten Siak Ini Juga Bagian Dari Tanggung Jawab Kami
Kamis, 30 Juni 2022 - 11:36

Pondok Dirusak PT Palma Satu, Warga Ngadu ke Kades Penyaguan
Kamis, 30 Juni 2022 - 11:31

Mantab, Anggota DPRD Siak Ini Melakukan Aksi Penyambungan Usus Tirta Elisabeth Br.Siregar
Rabu, 29 Juni 2022 - 10:05

Bupati Alfedri Sampaikan Ranperda Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Siak
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:58

Bukan karena Covid-19, Sri Lanka Lockdown Warganya Gara-gara Kehabisan BBM
Rabu, 29 Juni 2022 - 07:26

Rizal Ramli: Pemerintah Mau Tiru Sistem Otoriter Ala China dengan Draft RKUHP
Rabu, 29 Juni 2022 - 07:21

Golkar Riau Sudah Tempati Kantor Baru, Bagaimana dengan Kantor Lama?
Rabu, 29 Juni 2022 - 07:16

Pedagang di Pekanbaru Keluhkan Pembelian Migor Curah dengan Aplikasi tak Bekerja Baik
Rabu, 29 Juni 2022 - 07:07

Pimpinan DPR RI Sebut Legalitas Ganja Medis Perlu Kajian Komperhensif
Selasa, 28 Juni 2022 - 21:01

Beli Pertalite dan Solar Harus Daftar, untuk Riau Dimulai September
Selasa, 28 Juni 2022 - 20:59

Bupati Siak Apresiasi Dunia Usaha Kolaborasi Upaya Percepatan Penurunan Stunting
Selasa, 28 Juni 2022 - 20:53

Data 19.690 Tenaga Honorer Pemprov Riau Telah Dilaporkan BKD ke Pusat
Selasa, 28 Juni 2022 - 17:32

Kanwil Kemenag: 2.312 JCH Riau Sudah Diberangkatkan ke Arab Saudi
Selasa, 28 Juni 2022 - 17:29

Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com